web counter
Featured

Perbedaan 3 Jenis ROM Xiaomi yang Perlu Kamu Ketahui

Sebenarnya, ada 3 jenis ROM Xiaomi berbeda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manakah yang lebih baik?

Jenis ROM Xiaomi
ROM MIUI 10 pada Redmi 5 (Gambar: Dok. Pribadi)

Sampai saat ini, pengguna Xiaomi umumnya hanya mengetahui hanya ada dua jenis ROM Xiaomi, yakni Developer dan Stabil. Nah, hal itu tidak salah dan juga tidak benar. Sebenarnya ada tiga jenis ROM Xiaomi yang perlu kamu ketahui bagaimana kelebihan dan kekurangannya.

Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tiga jenis ROM tersebut dapat membuat kamu memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhan. Nah langsung saja, kita simak penjelasannya sebagai berikut.

ROM Experimental

ROM Experimental sebenarnya ditujukan untuk beberapa pengguna internal Xiaomi. Jadi hanya-hanya orang terpilihlah yang bisas mendapatkan pembaharuan dari ROM ini. Untuk versinya sendiri sama dengan ROM Developer. Hanya saja, pembaharuan dari versi ini dilakukan hampir setiap hari.

Kelebihannya tentu kita bisa rasakan terlebih dahulu banyak fitur baru yang akan dirilis untuk versi stabil nantinya. Namun yah itu, kekurangan dari ROM Experimental adalah kecacatan sistem (bug) yang pastinya sangat banyak dan mungkin saja bisa menghambat dalam menggunakan smartphone.

ROM Developer

ROM Developer sendiri hampir sama dengan di atas. Akan tetapi pada versi ini, siapapun bisa menggunakannya dengan menanggung resiko yang ada. Bedanya lagi dengan versi di atas adalah pembaharuan yang dilakukan sekali seminggu.

Sehingga kelebihan dari ROM ini adalah lebih baik dari versi Experimental dan bug juga lebih sedikit tapi sering ditemui. Akan tetapi, versi ROM Developer mempunyai kekurangan yang sama dengan Experimental namun bug-nya lebih sedikit.

ROM Stabil

ROM Stabil adalah versi ROM terbaik menurut saya dan hampir seluruh pengguna. Seperti namanya, versi ROM ini sudah sangat stabil dan jarang kita temukan bug yang bersifat major atau berlebihan. Jika ada bug, paling hal itu tidak terlalu berarti seperti kesalahan letak notifikasi.

Kelebihan dari ROM ini adalah kestabilan yang dijamin dan tentunya aman untuk digunakan sehari-hari. Namun ada kekurangan dari versi ini yakni fitur yang lebih lama datang. Jadi, ketika hari ini ROM Developer merilis fitur Screen Recorder contohnya, maka belum tentu pada pembaharuan ROM Stabil berikutnya fitur tersebut akan segera diaktifkan.

Baca juga:  MIUI 10 Stabil Resmi Rilis untuk 12 Smartphone Xiaomi Ini

Jadi mungkin saja pembaharuan ROM Stabil berikutnya lagi baru ada fitur itu. Karena pada dasarnya, ROM Developer dan Experimental harus sering melakukan update untuk menguji kestabilan suatu fitur dan aman nantinya jika siap dirilis untuk ROM Stabil.

Kekurangan dari ROM ini tentu lamanya update yang bahkan memakan waktu hampir dua bulan baru mendapatkan pembaharuan. Jadi harus bersabar dan ngiler dulu melihat pengguna ROM Developer yang sudah mendapat fitur baru bahkan versi Android terbaru.

Nah itulah tiga jenis ROM Xiaomi yang perlu kamu ketahui perbedaannya. Jadi, pasti kamu semua bertanya, mana ROM yang lebih baik. Saya tegaskan, jika ingin aman dan penggunaan sehari-hari tidak ada kendala, maka ROM Stabil adalah jawabannya.

Jika kamu ingin merasakan fitur-fitur baru Android dan ingin merombak sistem ataupun root, kamu bisa pilih ROM Developer. Satu lagi, ROM Experimental bisa kamu gunakan jika kamu berbakat dalam bidang programming dan bersedia menjadi tester dari versi ROM terbaru yang segera hadir.

Begitulah rekomendasi yang bisa kamu terapkan jika bingung memilih ROM. Penggantian bisa dilakukan dengan melakukan flashing dan jika ingin lebih, kamu bisa melakukan Unlock Boot Loader (UBL) untuk mengganti-ganti ROM dengan lebih cepat.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker